HUKUM-HUKUM DASAR BERBISNIS
Dalam dunia usaha terdapat hukum dasar, tak lain karena dunia usaha ibaratnya sebuah perlombaan. Terdapat aturan-aturan tidak tertulis yang berlaku dan diyakini benar sekali untuk menentukan apakah sebuah perusahaan akan berhasil atau tidak. Unvisibile laws ini jika kita langgar, pasti usaha kita akan gagal. Jangankan melanggar, meski Anda tidak melanggarnya, belum menjadi jaminan kalau Anda bertarung di segmen (tempat) yang sama, Anda akan berhasil.
SIAPA CEPAT DIA DAPAT
Sebuah perusahaan memiliki keunggulan yang tidak kelihatan jika perusahaan tersebut hadir duluan. Jadi sangat sulit mengalahkan mereka yang pertama kali hadir dalam sebuah bisnis. Bukan tidak mungkin tetapi sulit sekali. Mungkin inilah alasannya mengapa senagian dari antara kita gagal membangun usaha karena ada orang lain yang terlebih dahulu terjun kedalamnya sebelum kita.
Pengertian cepat disini adalah mereka yang terlebih dulu terjun kedalam bisnis. Entah itu dalam hal productatau placement. Product merupakan apa yang akan dijual dan di produksi, sedangkan placement merupakan lokasi penjualan dalam kerangka acuan sistem distribusi. Pada kenyataannya, meskipun produk yang kita jual bukanlah produk pertama yang dikenal masyarakat atau yang dihasilkan pertama kali, tetap saja produk tersebut bisa sukses di pasar asal lokasi pemasarannya belum pernah tersentuh produk lain yang sejenis bahkan yang bersifat substitusi. Dengan demikian produk tersebut menjadi produk pertama yang dikenal. Inilah yang dimaksudkan juga dengan siapa yang cepat dia yang dapat. Bukan semata-mata produk yang pertama kali sampai ke sebuah pasar.
Jadi, hukum pertama yang harus diingat baik-baik jika kita ingin berhasil dalam berusaha adalah sebisa mungkin jadilah yang pertama. Sebab dalam kehidupan ini siapa yang cepat pasti dia yang dapat, dan mereka yang cepat akan benar-benar sulit untuk dikalahkan.
MANUSIA MAKHLUK HIDUP YANG CENDERUNG MENIRU
Dalam berbagai kesempatan berwiratsaha, sudah dipastikan kita tidak akan pernah bisa menjadi yang pertama. Kebanyakan dari kita membuka sebuah usaha memang terinspirai oleh kesuksesan usaha yang sama di tempat lain yang barangkali pernah kita dengar, baca, lihat, atau alami sendiri sebagai konsumen. Denagn demikian kita pun berencana terjun ke dunia yang sama. Jarang sekali ada usahawan yang memulainya dengan ide brilian mereka sendiri sejak awal. Kalaupun ada, biasanya campuran dari ide pribadi dan pengalaman yang mereka ketahui atau alami dan itulah unsur inovasi yang kita punya.
Kenyataan di sekitar kita akhir-akhir ini juga menguatkan asumsi bahwa memang kita mendirikan usaha lebih karena obsesi pernah melihat usaha sejenis yang sukses di tempat lain. Karena itulah kita digempur habis-habisan oleh berbagai tawaran bisnis dalam bentuk franchise. Mulai dari bisnis makanan, minuman, perlengkapan mobil dan rumah tangga, kesehatan, entertainment, hingga perkantoran.
BERANI TAMPIL BEDA
Percuma melakukan apa yang sudah dilakukan orang lain tanpa adanya inovasi. Justru semakin orang bingung dengan ide-ide Anda, justru semakin berpeluang Anda mencetak hal-hal yang spektakuler karena orang lain pasti belum pernah melakukannya. Karenanya jangan putus asa atau kecewa ketika orang justru tidak mengatakan hal-hal yang bagus tetapi malah hal-hal yang jelek. Itu tanda usaha Anda akan berhasil. Tidak berhasil menjadi yang pertama bukanlah masalah, asal Anda bisa tampil beda. Jangan pernah takut meski harus menjadi yang kedua, ketiga, atau yang kedua puluh sekalipun. Istilahnya bukan menjadi yang tercepat.
Untuk berhasil jika bukan yang pertama, kita harus memberikan nilia tambah. Nilai tambah ini mungkin lebih terasa jika diberikan dalam bentuk service sebab ada kemungkinan produk yang kita pasarkan sudah sedemikian rupa sama dari sananya. Contoh nilai tambah ini misalnya jangka waktu kredit yang lebih panjang, harga yang lebih bersaing, pelayanan yang lebih prima, delivery sevice, program-program marketing yang lebih menarik, dan tempat yang lebih nyaman dan menarik. Bisa apa saja sesuai keahlian atau feeling Anda, yang jelas harus berbeda dengan yang diberikan pesaing Anda, tentu dalam kerangka hal-hal yang positif.
Untuk bisa tampil beda ini, minimal kita harus mengetahui apa yang dilakukan oleh para pesaing. Amati semua tingkah laku mereka. Bagaimana mereka melayani, berapa harga yang diberikan, bagaimana dengan diskonnya, siapa saja supplier mereka berapa jumlah tenaga kerja mereka, siapa sales manager mereka, dan sebagainya. Dari data atau informasi tersebut, kita mulai menyusun rencana dan strategi bersaing.
SEMUA PERUSAHAAN MENJUAL
Guru pemasaran Philip Kotler pernah berkata, “Jika marketing kita diibaratkan sebuah gunung es, maka puncak dari gunung es tersebut adalah sales (penjualan)”. Marketing memang bukan sales tetapi sales merupakan bagian akhir dari serangkaian strategi marketing. Dan marketing yang baik harus memikirkan bagaimana mencapai sales yang optimal.
Tanpa adanya transaksi penjualan maka sia-sialah strategi marketing yang dijalankan, sebuah perusahaan beroperasi, dan juga sia-sialah kita memikirkan segala hal berkaitan dengan bisnis yang kita jalanin. Darimana perusahaan kita akan membiayai karyawan dan menutup biaya-biaya operasional lainnya, kalau bukan dari penjualan. Jadi betapa pentingnya penjualan ini dan semua unit usaha melakukan penjualan. Tidak ada yang tidak. Ini merupakan hukum yang berlaku di dunia usaha.
Jangan pernah sekali-kali kita mempunyai pandangan bahwa perusahan kita maju atau tetap eksis bukan karena faktor penjualan. Dalam arti kita memandang remeh masalah penjualan ini karena dengan begitu kita meremehkan konsumen, supplier, bahkan pesaing kita. Cukup mudah cara ynag dilakukan masyarakat untuk mematikan sebuah perusahaan yakni dengan membelanjakan uangnya di tempat lain.
SEMUA PERUSAHAAN MEMILIKI PESAING
Kita perlu mempelajari seni menjual dan segala trik-trik yang selalu diciptakan para penjual. Tak lain karena di dunia nyata ini bukan diri kita sendiri yang melakukan penjualan. Ada banyak orang yang melakukan hal yang sama dari para konsumen. Dan persaingan seperti ini bukannya tidak baik melainkan sangat baik untuk semua kalangan. Entah itu untuk pengusaha sehingga mereka bisa terus berinovasi atau konsumen yang akan mendapatkan produk terbaik dengan harga terbaik.
Tapi sayangnya sebagian orang masih memandang pesaing sebagai sosok yang merugikan usaha mereka. Padahal kalau kita mau berpikir lebih dewasa, justru adanya pesaing inilah kita bisa mancapai tingkat operasional usaha sedemikian rupa. Atau bagi perusahaan yang beroperasi belum sempurna bisa bercermin dari perusahaan lainnya yang lebih mapan.
Beberapa BUMN yang dikuasai pemerintah yang melakukan praktik monopoli pun memiliki pesaing atau produk substitusi.
TERSENYUMLAH
Senyum itu penting dan bukan hanya penting di saat menjual. Dalam kehidupan yang penuh tekanan seperti saat ini, senyum bisa menjadi penyejuk yang menutup atau menjembatani jurang dari semua kesalahan, kemarahan, kecurigaan, dan prasangka yang buruk. Dengan hanya melemparkan sebuah senyum maka dunia akan terasa lebih indah. Tetapi sayangnya tidak semua orang tahu bagaimana caranya untuk tersenyum secara wajar, apalagi di tegah dunia yang begitu kasar dan unhelpful ini.
Milikilah sikap santai dan lemparkan apa adanya. Yang pasti senyuman yang berpura-pura atau ikhlas akan terlihat sedemikian rupa oleh orang lain. Dengan senyuman yang ikhlas niscaya jalan untuk merangkai bisnis akan terasa begitu mudah dengan sendirinya.
GAGAL BUKANLAH AKHIR SEGALANYA MELAINKAN MASALAH BIASA
Kegagalan itu hal yang biasa. Ada yang berhasil pasti ada yang gagal. Sebab tidak semua orang akan berhasil! Kalau semua orang berhasil maka tentu tidak akan ada yang gagal. Jadi kalau tidak ada yang gagal berarti tidak akan ada yang berhasil.
Kata orang kegagalan adalah sukses yang tertunda. Kegagalan baru disebut kegagalan jika kita tidak mendapatkan manfaat atau pelajaran apapun. “Anda tidak akan gagal ketika Anda mempelajari sesuatu dari kegagalan itu”, begitu kata Billi P.S. Lim.
“ Manusia belajar dari kegagalan bukan dari kesuksesan”, kata Thomas Alfa Edison. Ketika kita gagal menjual, kita akan tahu banyak hal dan belajar banyak hal. Justru orang yang dari awal takut gagal maka mereka bisa saja gagal. Alasannya karena mereka ragu-ragu dan tidak berani bertindak apa-apa. Dalam dunia bisnis tidak boleh ada kata ragu. Takut merupakan hal yang biasa, misalnya takut modal tidak kembali dan sebagainya. Tetapi kalau sudah takut gagal itu justru tidak biasa. Kegagalan itu hal yang sangat wajar sekali. Jadi jangan pernah menyerah. Kegagalan akan menunjukkan kepada kita bagaimana harus bertindak di masa akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar