
Mengapa bisnis anda bisa gagal. Hanya ada satu alasan mengapa kita bisa gagal. Karena ada orang lain yang melakukannya lebih baik dari kita. Mereka mengetahui caranya dan mau menerapkannya. Itulah alasannya.
Menjalankan bisnis secara baik dituntut banyak persyaratan. Selain pengetahuan yang berhubungan dengan akal, dituntut juga untuk pandai beradaptasi denagn lingkungan bisnis itu sendiri. Harus peka mengenai pasar dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pasar.
Berikut ini merupakan kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan para usahawan yang tanpa mereka sadari telah membuat usaha mereka gagal.
- TIDAK MEMINTA MAAF Untuk dapat melakukan bisnis lebih baik, kita harus meminta maaf. Sekecil apapun kelalaian atau kesalahan kita, jangan anggap remeh kesalahan kecil karena bisa jadi bagi kita kecil tapi bagi konsumen merupakan perkara besar. Jangan biarkan ada kabar negatif merebak ke konsumen apalagi sampai ke telinga pesaing Anda yang sudah pasti peka. Jangan biarkan ada peluang bagi orang lain untuk menyaingi usaha Anda.Jadi, meminta maaf adalah wajib dan harus.
- FEEDBACK Feedback adalah umpan balik. cara selanjutnya untuk dapat melakukan bisnis lebih baik adalh menberi konsumen kesempatan untuk melakukan umpan balik mengenai usaha atau produk kita. Bila perlu berikan rewardatau hadiah atas saran-saran serta keluhan mereka. Ini penting sekali tetapi banyak orang yang melupakannya. Perusahaan yang dijalankan dengan baik selalu menyediakan kotak saran, email atau saluran telepon khusus untuk menangani keluhan. Tetapi semua ini bukan hanya sekedar formalitas saja melainkan benar-benar dimanfaatkan sesuai misinya. Kita harus menyadari meski semua sarana mendapatkan masukan sudah tersedia, ternyata tidak semua konsumen akan dan mau memanfaatkannya. Jika mereka tidak mau memanfaatkannya, berarti usaha Anda bukan menjadi bagian dari hidup mereka. Mereka bisa dengan mudah pindah ke pesaing lainnya. Tanpa adanya feedback dari konsumen, kita tidak bisa meningkatkan citra, pelayanan, atau produk kita. Bukankah perusahaan kita didirikan untuk memberikan yang terbaik untuk konsumen, menarik mereka untuk kembali dan kembali serta mengajak rekan-rekan mereka. Oleh karena itu, keluhan atau kritik merupakan sebuah input positif.
- TERLALU MENDENGARKAN KONSUMEN Ada satu pengecualian disini. Semua keluhan atau komplain harus kita dengarkan sebaik mungkin tetapi terlalu mendengarkan konsumen justru kontraproduktif, karena kita tidak bisa menyenangkan semua konsumen. Kita harus menetapkan standar organisasi perusahaan termasuk standar pelayanan. Kita harus membuka duri dan tidak bisa memutlakkan standar yang sudah kita tetapkan. Kita harus bersedia untuk berbenah yang berarti bersedia menerima masukan dari konsumen, tetapi kita tidak wajib memenuhi semua keinginan konsumen.
- KARYAWAN TIDAK KOMPETEN Mungkin ini yang paling sulit dilakukan. Karyawan merupakan aset perusahaan. Karyawan sebenarnya lebih penting daripada modal bahkan konsumen jika harus diurutkan, urutannya: karyawan, modal baru konsumen. Kepuasan konsumen tidak akan terjadi tanpa kepuasan karyawan yang bekerja di tempat Anda. Karena karyawan merupakan aset berharga , sudah tentu kita harus menjaganya baik-baik dengan memberikan gaji dan lingkungan kerja yang layak. Tanpa mereka sebagai pengusaha kita tidak bisa berbuat apa-apa. Namun demikian, untuk mendapatkan karyawan yang benar-benar kompeten memang sulit sekali. Yang berpenampilan menarik banyak, yang berpendidikan cukup banyak, yang pandai di bidangnya banyak, tetapi yang jujur dan berintegritas ini yang sulit didapat. Jangan biarkan karyawan Anda menjadi sumber malapetaka usaha Anda, mereka justru membobol usaha Anda. Karena itu jika Anda gagal mendapatkan karyawan yang kompeten sedenikian rupa sesuai dengan usaha Anda, Anda tidak bisa melakukan lebih baik dari pesaing Anda.
- PARADIGMA PRODUCER ORIENTED Setiap orang pasti mengelola usahanya sendiri, namun mengelola perusahaan sendiri disini artinya bukan membiarkan Anda menjadi pengusaha yang berparadigma producer oriented. Paradigma producer oriented inilah yang sering menggagalkan banyak usahawan. Kita berpikir apa yang kita pikirkan itu, sudah pasti akan dipikirkan orang lain. Akan tetapi pemikiran kita itu tidak disertai penelitian atau survei pasar, kita mian hantam saja bahkan keras kepala. Produk yang cocok bagi satu orang belum tentu cocok bagi orang lain dan cara melayani konsumen yang satu dengan yang lainnya bisa saja berbeda. Karena itu jangan menjadi pengusaha yang berpikiran producer orientedmelainkan pikirkan apa yang dipikirkan dan diinginkan konsumen atau dibutuhkan konsumen bukan apa yang Anda pikirkan atau inginkan sebagai penjual.






